Blog Competition

Neuropati Mengintai Gaya Hidup Kita? Lawan Dengan Ini!

#lawanneuropati – Kesibukan kita setiap hari dalam beraktifitas adakalanya banyak menguras energi. Seiring dengan bertambahnya umur maka semakin banyak pula kesibukan yang menghampiri, terutama dibidang karir. Karena kesibukan kita yang tidak bisa ditinggal, terkadang hingga lupa untuk sejenak beristirahat sehingga banyak melupakan kesehatan tubuh. Padahal, durasi waktu beristirahat bagi pekerja sangatlah penting bagi kesehatan tubuh kita sendiri. Meskipun hanya beberapa menit saja, namun banyak manfaatnya bagi kesegaran tubuh kita.

Bayangkan, bagaimana jadinya jika kita bekerja tanpa tengat waktu dan melupakan istirahat. Ditambah lagi dengan gaya hidup yang tidak kurang sehat, seperti telat makan, kurang istirahat, gaya hidup instant, kurang olahraga dan buruknya pola makan serta nutrisinya. Karena buruknya gaya hidup demikian tak jarang sebagian dari kita cenderung menderita kesemutan, kebas, kram dan lainnya.

Kesemutan? Waspada gejala Neuropati!

Gaya hidup yang kurang baik dapat memicu tingginya angka penderita Neuropati di seluruh dunia. Lebih dari 50% masyarakat Indonesia melakukan aktivitas dan gaya hidup sehari-hari yang beresiko Neuropati.

“Dari hasil riset yang dilakukan Sarafsehat.com bekerjasama dengan MarkPlus Insight tahun 2014 dengan 900 responden pada 6 kota besar, 90% masyarakat Indonesia tidak tahu apa itu neuropati. Padahal hampir semua orang pernah merasakan gejalanya.” -lifestyle.bisnis.com-

kesemutan
Kesemutan

Apa itu Neuropati?

Neuropati adalah kondisi gangguan dan kerusakan saraf yang ditandai dengan gejala seperti kesemutan, kebas, dan kram. Lebih dari 50% masyarakat melakukan aktivitas dan gaya hidup sehari-hari yang berisiko Neuropati, di antaranya; mengetik di gadget dan komputer, mengendarai motor dan mobil dalam waktu lama, duduk lama di posisi yang sama, dan memakai sepatu hak tinggi. Neuropati mempengaruhi kualitas hidup, seperti menyebabkan penurunan kekuatan motorik, penurunan sensasi rasa sehingga mudah terluka, impotensi, depresi, penurunan berat badan, luka dan Carpal Tunnel Syndrome (CTS). –Marck dan PERDOSSI-

Umumnya gejala ini menyerang mereka yang sibuk seperti para pekerja kantoran yang terbiasa menghadap komputer dengan durasi yang terlalu lama. Namun, sekarang bukan hanya mereka saja bahkan untuk masyarakat biasa pun bisa terjadi. Biasanya orang dengan kegiatan berulang seperti mengetik, orang yang sering bermain smartphone, akibat penggunaan high heels yang dapat mengakibatkan beberapa syaraf dan otot kita menjadi tegang, driver yang sering menghabiskan di kendaraannya juga merupakan sasaran utama Neuropati.

Kondisi ini sering diabaikan karena gajalanya yang terlihat sepele dan hanya di beberapa titik saraf. Karena beberapa orang berpikiran kesemutan hanya terjadi beberapa kali dan merupakan hal yang normal terjadi jika kita terlalu lama melakukan sesuatu pada salah satu posisi tertentu saat itu saja. Padahal, jika tidak segera diatasi, akan menjadi penyakit yang serius, dan tentunya dapat mengganggu aktivitas. Apa lagi jika posisi seperti itu terjadi dalam waktu yang lama dan berulang setiap hari.

Merck yang merupakan perusahaan sains dan teknologi terkemuka asal Jerman bersama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) pada tanggal 27 April 2016 lalu telah meluncurkan Kampanye Lawan Neuropati menyambut Pekan Kesadaran Neuropati yang secara global diperingati setiap tanggal 14-16 Mei. Dari hasil penelitian PERDOSSI dan Pihak Marck pada tahun 2014 lalu di Indonesia sendiri sudah tercatat 43% dari 16.800 responden terbukti beresiko terkena Neuropati. Penelitian ini dilakukan pada 11 kota di Indonesia pada tahun 2014.

Sedikit Cerita

Saya adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Pertengahan tahun 2016 lalu adalah tahun suka cita bagi kami sekeluarga. Karena pada tahun itu kakak saya (laki-laki) sudah memutuskan untuk mengakhiri masa lajang. Beberapa hari sebelum resepsi pernikahan ibu saya sering mengeluhkan tentang tangan dan kakinya yang terasa mengganjal dibagian paha hingga betis. Dengan keadaan demikian ibu saya beberapa kali meminta saya untuk sekedar memijitinya atau hanya mengolesinya dengan balsem otot atau obat gosok lainnya.
Hari berlalu hingga sesudah acara resepsi pernikahan kakak saya. Namun, ibu saya semakin hari semakin menjadi ingin minta terus-terusan dipijit dan diolesi balsem panas. Bahkan, durasi permintaannya menjadi lebih sering dan rutin. Waktu itu saya dan orang tua hanya berpikiran bahwa ini adalah efek dari terlalu lelah mempersiapkan acara keluarga tanpa berpikir bahwa ini adalah salah satu gejala Neuropati. Beberapa kali juga sering mengeluh ujung jari-jari kaki seperti tertusuk jarum, sesekali mengaku seperti terbakar diatas nyala api dari kayu bakar, kadang seperti ada yang tidak bisa digerakkan pada beberapa bagian jari kaki (mati rasa).
Akhirnya, setelah beberapa minggu tak kunjung sembuh ibu saya berinisiatif untuk pergi ke Posyandu Lansia yang ada di dusun kami untuk cek atau berobat secara murah dan gratis. Hasilnya memang membuat saya terkejut namun beda dengan ibu saya yang lebih bisa memahami. Ibu saya menderita penyakit diabetes, dan ini memang sesuai firasat ibu saya waktu itu.
Setelah mengetahui apa keadaan saat itu ibu saya berinisiatif untuk melakukan pengobatan secara alternatif seperti rutin berolahraga dan menjaga kadar gula darah. Satu bulan lamanya ibu saya menderita penyakit demikian berbagai cara untuk sembuh pun sudah dilakukan ibu saya, diantaranya setiap hari hanya makan nasi jagung tanpa nasi putih untuk menyeimbangkan kadar gula darah, banyak minum air putih karena memang mengeluh sering haus juga, minum hasil rebusan daun insulin, setiap malam tidak mengkonsumsi makanan berat berkarbohidrat, mengurangi konsumsi kafein pada kopi karena ibu saya sudah terbiasa minum kopi selepas subuh untuk menghindari tidur pagi dan diganti dengan olahraga secara teratur setiap pagi selepas sholat subuh.
Segala cara alternatif asalkan menyehatkan bagi ibu akan beliau lakukan. Meskipun kerapkali memang membosankan hanya makan jagung (nasi jagung, lauknya dadar jagung, cemilannya jagung atau kalau di Jawa dikenal dengan sebutan Belendung). Karena memang dari asalnya kita terlahir sehat maka harus menikmati dan mengembalikan tubuh seperti semula, SEHAT.

Pengalaman selanjutnya datang dari pak De (kakak dari ibu) saya. Beliau adalah seorang supir truk besar pengangkut bahan industri dan pertambangan antar propinsi. Sudah mengenyam asam garam kehidupan jalanan menjadi seorang supir truk sejak usianya masih remaja. Melihat dari keseharian dan keadaan lingkungannya, seorang sopir (atau driver) umumnya memiliki pola hidup yang kurang teratur. Mereka bisa hidup di dalam kendaraan selama beberapa jam dengan mengemudi kendaraan mereka selama bekerja.

Bayangkan saja jika setiap seminggu sekitar 2 kali berangkat keluar kota atau ke luar propinsi maka berapa jam yang beliau habiskan di dalam kendaraan selama perjalanan? Dalam satu kali perjalanan pulang-pergi bisa menghabiskan kurang lebih 3 hari.

Bayangkan pula apa saja yang beliau lakukan dan bagaimana keadaan selama 3 hari didalam kendaraan? Berdiam diri dalam kendaraan selama bertahun-tahun, dan hanya duduk sambil mengemudi mungkin seperti itu. Aktivitas ini bukan terjadi dalam satu atau dua kali dalam satu bulan dengan rentang waktu hanya beberapa tahun saja. Namun, terjadi terus-menerus selama bertahun-tahun sebagai profesi menjadi seorang supir truk besar antar propinsi. Dan pastinya dengan demikian potensi sasaran penyakit Neuropati lebih besar dari yang kita bayangkan. Dengan melakukan aktifitas berulang tanpa adanya keseimbangan pola hidup sehat sebagai penangkal munculnya Neuropati.

Gejalanya pun sama, Kesemutan dan seperti terbakar pada jemari kaki.

Waktu ibu saya masih menderita diabetes pak De saya sering mengeluh bahwa belakangan beberapa kali tangan atau kakinya sering kesemutan dan seperti dibakar dibeberapa jemari kaki. Terkadang juga seperti dikuliti atau hanya sekedar terasa seperti di sayat pisau kecil yang sangat menyengat sakitnya. Dan belum lama ini ibu saya mengabarkan kepada saya bahwa pak De saya menderita diabetes. Terkadang memang menjadi sesuatu yang sangat disayangkan. Melihat beliau adalah tulang punggung keluarga yang kita sendiri pun tidak bisa memberikan bantuan materiil selain hanya mendoakan segala kesehatan dan kesembuhan untuknya.

Dan baru terakhir kali ini saya mengetahui bahwa Diabetes juga merupakan salah satu jenis Neuropati.


Kenapa bisa terkena penyakit Neuropati?

Pada umumnya penyebab munculnya Neuropati setiap orang bisa berbeda-beda. Tergantung kondisi bawaan juga tergantung pada gaya hidup mereka. Namun pada umumnya penyakit Neuropati ini bermula dari:

  1. Alkoholik

Anda seorang alkoholik? Dalam dunia medis alkohol memang diperbolehkan dnegan catatan sesuai pengawasan. Namun, jika kita melakukan sesuatu yang bukan pada porsinya maka itu juga bisa jadi sangat membahayakan kita sendiri. Seperti halnya mengkonsumsi alkohol secara berlebihan. Mengonsumsi alkohol berlebihan bisa menyebabkan kerusakan pada saraf. Biasanya pecandu alkohol mengalami kekurangan nutrisi (defisiensi nutrisi). Kekuarangan nutrisi juga bisa muncul karena kekurangan vitamin terutama vitamin B dan folat.

  1. Aktivitas Berulang

Anda seseorang yang setiap hari bekerja didepan komputer? Atau Anda salah satu orang yang tidak bisa jauh dari gadget? Profesi Anda adalah seorang driver? Tuntutan karir Anda mengharuskan Anda memakai high heel setiap hari?

Jika iya, dapat di katakan Anda adalah kandidat utama penderita Neuropati. Tanpa kita minta Neuropati akan mendatangi kita secara sukarela. Karena kita sudah mengundang mereka secara perlahan untuk mengujungi tubuh kita.

  1. Kelebihan Gula Darah

Diabetes sering dikaitkan dengan neuropati, neuropati yang muncul pada penderita diabetes sering disebut juga dengan Neuoropati Diabetes. Kondisi ini adalah kondisi yang lebih parah jika tidak segera ditangani, sehingga tidak jarang mengakibatkan obesitas atau hipertensi.

  1. Kurang Olahraga

Bagi Anda pekerja kantor, wanita karir yang dituntut memakai high heel, driver yang harus siap kejar setoran atau pecandu gadget, mulai sekarang hindari minimalisir kegiatan tak menyehatkan tersebut dengan cara menggantinya dengan olahraga secara berkala setiap beberapa menit.

Aktivitas ini tidak akan menghabiskan waktu yang sangat lama, minimal hanya melakukan peregangan beberapa menit pada beberapa bagian tubuh seperti jari tangan, lengan tangan, kaki, persendian, pundak, punggung dll. Bagi kita pekerja kantoran yang takut teguran atasan, bisa juga mensiasatinya dengan hanya melakukan peregangan di tempat kita duduk, toh hanya untuk melakukan peregangan tidak akan mengurangi waktu kerja kita kan? Untuk yang selalu memakai high heel coba secara berkala menggunakan sandal jepit atau sepatu flat yang fleksibel, gunakan high heel hanya pada saat-saat tertentu saja. Begitu juag untuk driver, luangkan waktu untuk sejenak melakukan peregangan ketika kita mulai merasakan letih dan lelah. Untuk para pengguna gadget, tolong ya gadgetnya dikondisikan dunia tidak akan meninggalkan kita saat kita meninggalkan dia.

  1. Kurang Vitamin B

Ini adalah penyebab sebagian besar Neuropati yang ada di masyarakat. Kekurangan vitamin B dapat menimbulkan Neuropati terutama Vitamin B1, B6 dan B12.

Awas! Gaya hidup ini dapat menimbulkan gejala Neuropati

Sadarkah kita bahwa Neuropati juga dapat menyerang dari gaya hidup kita selama ini? Hal ini terbukti dengan beberapa penemuan Merck dan PERDOSSI yang mengatakan setidaknya 50% gejala Neuropati berasal dari hidup hidup kita sehari-hari. Mari kita simak gaya hidup seperti apa yang sering menyerang!

Umumnya adalah gaya hidup yang terlalu sering kita lakukan secara berkala, berulang dan terus menerus dalam jangka waktu yang cukup lama.

gaya-hidup-neuropati-copy

 

Apa saja gejala Neuropati itu?

Gejala Neuropati setiap orang bisa berbeda-beda tergantung pada kondisi penderita saat itu dan sebelumnya. Pada umumnya gejala Neuropati seperti berikut:

Kram

Ini merupakan salah satu gejala umum Neuropati yang sering diabaikan. Padahal, jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi saraf akan jadi semakin memburuk dan mempengaruhi kondisi tubuh secara total.

Kram terjadi karena adanya tekanan terhadap saraf pada tulang belakang, dan paling umum terjadi di bagian kaki.

Kebas

Kebas juga dapat terjadi karena adanya gangguan saraf tepi. Misalnya karena duduk terlalu lama, saraf mengalami tekanan sehingga akan muncul rasa kebas. Kebas bisa juga terjadi karena saraf terjepit atau saraf putus akibat kecelakaan. Pengaruh makanan juga berperan tinggi dalam munculnya gejala berupa kebas, misalnya terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak.

Kebas atau kesemutan dalam terminologi medis juga disebut dengan parestesia. Ini adalah sensasi yang terjadi pada bagian tubuh tertentu tanpa dipicu oleh stimulus dari luar. Kebas seringkali terjadi pada organ perifer tubuh seperti tangan, kaki dan jari. -Sarafsehat.com-

Kesemutan

Kesemutan juga sering dianggap sepele olah banyak orang. Padahal kesemutan menimbulkan ketidaknyamanan dan merupakan salah satu gejala masalah pada saraf.

Nyeri

Nyeri tentu terjadi karena adanya cedera. Misalnya cedera pada sendi, punggung, lutut dan bagian tubuh lainnya. Nyeri yang biasa muncul pada bagian otot umumnya terjadi karena adanya tegangan atau cedera yang melibatkan saraf dan pembuluh darah.

Selain itu, nyeri yang paling sering terjadi pada penderita Neuropati adalah nyeri seperti tertusuk dan terbakar.

Kelemahan Otot

Otot lemah atau otot serasa tidak kuat untuk bergerak bisa dikarenakan adanya gangguan sistem saraf pusat (mulai dari otak sampai sum-sum tulang belakang) dan juga sistem saraf tepi (mulai dari sum-sum tulang belakang sampai sel organ otot). Gejala ini sangat perlu diwaspadai, karena jika tidak segera diatasi dapat menyebabkan penyakit serius seperti kelumpuhan hingga gagal nafas.

Cegah dengan 5 cara yang sudah direkomendasikan

“Neuropati memberikan beragam ketidaknyamanan dalam beraktivitas sehari-hari. Jika dibiarkan, gejala neuropati seperti kram, kebas dan kesemutan dapat mengarah pada kelumpuhan. Saraf yang rusak akan sulit diperbaiki. Padahal Neuropati dapat dicegah sejak dini. Selain mempraktekkan Neuromove secara teratur, istirahat yang cukup juga penting untuk regenerasi sel saraf dan konsumsi vitamin neurotropik yang terdiri dari vitamin B1, B6, dan B12 akan membantu memberikan asupan yang dibutuhkan supaya saraf dapat bekerja dengan baik.” -dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat yang juga konsultan neurologis dari Departement Neurologi FKUI/RSCM-

Berikut ini 5 gaya hidup yang mudah dilakukan untuk mencegah Neuropati sesuai rekomendasi beberapa ahli, apa saja? Berikut ulasannya:

Mengatur pola makan

Hal ini sangat penting untuk menjaga badan agar tetap sehat. Memastikan konsumsi yang bermanfaat untuk tubuh kita, pastikan nutrisi yang kita perlukan sudah terpenuhi. Mulai dari konsumsi folat, vitamin B1, B6 dan B12. Beberapa makanan bergizi lainnya terutama makanan alami pencegah Neuropati.

Menjaga kadar gula darah

Menjaga kadar gula dalam darah agar tetap dalam posisi normal memang perlu bagi mereka yang menderita Neuropati dengan bawaan Diabetes. Mengatur kadar gula darah tubuh sangat dianjurkan dan paling utama bagi mereka yang menderita diabetes mellitus. Kadar gula yang tinggi dapat merusak serat-serat saraf sehingga timbul rasa kram atau kesemutan. Hindari makanan yang beresiko menimbulkan gula darah secara berlebih, terutama makanan yang terlalu gurih dan manis.

Membatasi konsumsi minuman beralkohol

Batasi penggunaan alkohol pada tubuh kita. Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan juga dapat menyebabkan Neuropati, karena alkohol dapat mencederai sistem saraf. Ganti minuman beralkohol dengan minuman alami lainnya yang lebih menyehatkan tubuh dan dapat membersihkan sisa racun dari konsumsi alkohol yang menempel pada tubuh.

Olahraga

Sedikitnya waktu yang kita miliki membuat kita merasa tidak memiliki waktu untuk sekedar berolahraga. Padahal, olahraga merupakan elemen penting untuk membantu mencegah neuropati. Salah satunya olehraga dapat mengurangi kram dan mengendalikan kadar gula darah. Lantas apa saja olehraga yang direkomendasikan untuk mencegah Neuropati?

Olahraga tentu dapat menyehatkan tubuh. Namun untuk mencegah Neuropati, para ahli kesehatan, yakni spesialis kedokteran olahraga dan spesialis saraf, menciptakan gerakan olahraga khusus yaitu Neuromove. Di dalamnya terdapat gerakan untuk mengaktifkan sel-sel saraf dan hanya butuh 15-20 menit untuk melakukannya. Olahraga ini diciptakan sebagai bentuk kepedulian tentang tingginya angka neuropati, Merck menciptakan Neuromove, aktivitas fisik yang praktis dan mudah untuk mencegah neuropati dan memelihara kesehatan saraf.

neuromove-1-copy

Mengkonsumsi Neurobion (vitamin B1, B6 dan B12)

Konsumsi makanan sehat bergizi, sehat yang mengandung folat dan bergizi mengandung vitamin B (B1, B6 dan B12), umumnya banyak makanan yang kita temukan mengandung vitamin B ini salah satunya adalah kacang-kacangan, hati, buah jeruk, kentang, jamur, buah pisang dll. Namun, penggunaan makanan ini berjangka waktu cukup lama untuk memulihkan kesehatan tubuh.

penjelasan

Bagi kita yang ingin proses cepat makan rekomendasi paling utama adalah mengkonsumsi Neurobion. Neurobion merupakan vitamin neurotropik yang berfungsi membantu memperbaiki gangguan/ kerusakan saraf (neuropati) yang berupa kebas, kesemutan, kram atau rasa panas secara tiba-tiba, serta membantu metabolisme gula, protein, dan lemak dalam tubuh.

Vitamin B yang terdapat pada Neurobion, berfungsi untuk melindungi dan meregenerasi saraf sehingga dapat bekerja dengan baik. Untuk memiliki hasil yang maksimal dapat dikonsumsi satu kali dalam sehari secara teratur. Neurobion mampu larut dalam air dan juga diserap tubuh dalam kadar kurang dari dua persen, sehingga terbebas dari efek samping.

Bagaimana Neurobion menyembuhkan Neuropati?

Neurobion yang berisi Vitamin B1, B6 dan B12 mempunyai fungsi membantu memperbaiki kerusakan saraf yang terjadi di dalam tubuh. Untuk menghilangkan gejala kesemutan dapat dibantu dengan memperbaiki posisi saat badan tertumpu sesuatu, duduk terlalu lama, mengangkat beban berat sehingga keluhan dapat berkurang. Untuk penyembuhan lainnya Neurobion dapat mengatasi dengan cara demikian:

bagaimana-neurobion-menyembuhkan-neuropati-copy

Dengan indikasi dosis konsumsi satu kali per satu hari. Karena reaksi setiap orang berbeda-beda, maka sarankan untuk dikonsumsi setiap hari saja. Waktu meminum Neurobion bisa kapan saja, bisa dipagi hari sebelum beraktivitas atau malam hari sebelum tidur. Bisa di konsumsi setiap hari untuk memenuhi kebutuhan Vitamin Neurotropik (B1, B6 &  B12). Akan tetapi yang lebih rekomendasi setelah makan, dimana kondisi asam lambung masih tinggi sehingga vitamin dapat diserap secara lebih maksimal.

Selain itu neuropati juga dapat dijadikan sebagai suplement penderita penyakit Asam Urat, Hipertensi, Gang lambung /GERD, CTS (Carpal Tunnel Syndrome), penyakit ginjal, penyakit diabetes, penyakit hepatitis, stroke dan kolesterol. Dengan catatan semua penggunaan dan konsumsi pengobatan sesuai dengan anjuran dokter.

Perbedaan Neurobion Putih dan Pink

Yang membedakan Neurobion Putih dengan Neurobion Forte (Pink) terletak pada kandungan vitamin B6 dan B12-nya.

Neurobion Putih

  1. Kandungan vitamin B6 dan B12-nya sebesar 200 mcg
  2. Untuk kandungan vitamin B1-nya, yaitu 100mg

Neurobion Forte (Pink)

  1. Kandungan vitamin B6 sebesar 100mg dan vitamin B12-nya sebesar 5000 mcg (5 mg)
  2. Untuk kandungan vitamin B1-nya, yaitu 100mg
  3. Selain Neuropati juga dapat menyembuhkan CTS (Carpal Tunnel Syndrome)
  4. Lebih dianjurkan pada penderita Diabetes

Kenapa harus memilih Neurobion?

Ya.. sebagai pengguna yang selektif umumnya akan bertanya kenapa? Apa manfaatnya bagi saya jika menggunakan produk tersebut?

Sebagian dari kita memang kerap kali bertanya, kenapa harus Neurobion? Apakah obat lainnya tidak sama? Tidak ada yang salah mengapa kita harus selektif. Namun, kenyataannya Neurobion lebih dari obat lainnya. Kenapa demikian?

kenapa-harus-neurobion-copy
5 alasan Anda harus memilih Neurobion

Kabar Gembira

Dari hasil pemeriksaan di Neuropathy Check Points Neurobion kepada 5.478 orang di 8 kota besar di Indonesia menemukan 1 dari 2 orang berisiko terkena neuropati dan 38% dari kelompok usia 20-29 tahun juga telah berisiko neuropati.

Neuropathy Check Points Neurobion adalah pusat edukasi neuropati dan screening test neuropati dengan mendata gejala neuropati dan memberikan rekomendasi awal penanganan neuropati. Neuropathy Check Points akan hadir di 15 kota Indonesia, antara lain : Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Jogjakarta, Solo, Semarang, Makassar, Denpasar, Malang, Medan, dan Palembang.

Untuk informasi lebih lanjut dan jadwal pelaksanaan, dapat menghubungi layanan bebas pulsa Merck di 0800 100 9898.

Kesimpulan

Neuropati merupakan istilah untuk kerusakan saraf yang ada di seluruh tubuh. Kondisi ini sering diabaikan karena gajalanya yang terlihat sepele dan hanya muncul pada beberapa titik saraf. Padahal, jika tidak segera diatasi, akan menjadi penyakit yang serius, dan tentunya dapat mengganggu aktivitas kita. Pada umumnya Neuropati ini memiliki gejala yang cukup umum diantaranya yaitu kesemutan, kebas, kram, nyeri seperti tertusuk dan nyeri seperti terbakar. Neuropati ini juga dapat menyerang kita dengan beberapa sebab, salah satunya melalui gaya hidup kita. Seperti terlalu banyak mengonsumsi Alkohol, melakukan aktivitas berulang, kurang olahraga, memiliki kadar gula tinggi dan lainnya.beberapa gaya hidup penyebab terjadinya Neuropati pada keseharian kita dan sering kita abaikan adalah terlalu sering memakai sepatu hak tinggi, terlalu sering menggunakan gadget (smartphone dll), terlalu sering mengetik, terlalu sering mengemudi dan terlalu sering memasak.

Salah satu cara mencegah terjadinya Neuropati adalah dengan memperbaiki gaya hidup kita secara sehat. Selain itu pencegahan yang sangat dianjurkan lagi adalah dengan melakukan olehraga yang direkomendasi seperti olahraga Neuromove yang diperkenalkan oleh Merck sebagai olahraga pencegah Neuropati dalam rangka kampanye melawan Neuropati bersama PERDOSSI. Dan terakhir adalah rutin mengonsumsi Neurobion, suplemen pencegah Neuropati yang sangat dianjurkan banyak kalangan dokter spesialis dibidangnya.

sayang-i

Sumber Tulisan dan Gambar

Frida, Meiti.2011.Clinical Approach And Electridiagnostic Studies Of Peripheral Neuropathy in Elderly. Padang : Department of Neurology, Medical Faculty of University of Andalas Dr. M. Djamil Hospital

http://manfaat.co.id/manfaat-obat-neurobion

http://mediskus.com/neurobion

http://pinkkorset.com/2016/05/neuromove-senam-untuk-cegah-neuropati/

http://possore.com/2015/05/29/cegah-neoropati-merck-ciptakan-gerakan-neoromove/

http://sarafsehat.com/lawanneuropati/faq/

http://sarafsehat.com/lawanneuropati/5-gejala-neuropati-yang-perlu-diketahui/

http://www.freepik.com/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s