Surat Terbuka

Sayangi dia seperti anakmu sendiri wahai para Mertua!

Wahai para mertua….

Sayangilah, cintailah, hormatilah menantu perempuanmu, seperti kalian mencintai anak kalian sendiri karena kalian tak pernah mengandungnya, menyusuinya, apalagi menyekolahkannya, tetapi dia rela meninggalkan orang tuanya, mengabdi sampai mati demi anak laki-lakimu, apalagi dia sudah rela meregang nyawa untuk mengandung dan melahirkan cucu penerus keturunanmu…

Tidak mudah bagi seorang wanita untuk “datang” sendirian ke sebuah keluarga baru, kemudian harus menyesuaikan diri sedemikian rupa untuk dapat hidup bersama keluarga baru tersebut. Yang sering terjadi adalah konflik batin, tangis, ketidakcocokan pada banyak hal tapi tetap bertahan demi orang yang dicintainya meskipun sebenarnya dia stress!!

Para Laki-Laki Kamu harus Tau..

Istrimu rela meninggalkan kedua orangtua yg sudah menyayanginya sejak kecil..

Rela meninggalkan rumahnya yg merupakan tempat ternyamannya sejak kecil..

Hanya demi menaati, mengikutimu dan membahagiakanmu wahai suami…

Ia hanya berharap kamulah suami yang akan menjadi pengganti orang yang menyayanginya dan menjadi tempat ternyamannya setelah meninggalkan rumahnya. Setengah dari suami memahami hal itu, setengahnya lagi tak mau tau akan hal itu..

Maka, hargai perasaan istrimu, sayangi istrimu, jangan disakiti lagi dengan hal-hal lain..

Sungguh.. kedua orangtuanya mengizinkan ia menikah denganmu karena mereka berharap engkau bisa membahagiakannya. Karena jika istri sudah bahagia, maka tidak sulit baginya untuk selalu menaatimu…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s