Surat Terbuka

Berbenahlah Wahai Hati!!!

1366_768_271025061

Ada yang mengatakan Allah mengistirahatkan hati kita dari hiruk pikuk cinta dengan mematahkan salah satu rantaian cinta dengan makhluk-Nya. Jika kita yang tak mengalah, maka lebih baik kita tak pernah mengenal rahmat-Nya.

Andai cinta tak lebih dari mengenal dia dan aku, kamu dan aku dan tercipta (yang katanya menjadi kita). Bersusahnya menjadi cinta itu, tak pernah mengenal ciptanya juga tak pernah pandai mengatur ego masing-masing kita.

Kadang cinta memang harus dipertemukan dengan yang lebih indah dari yang terbaik. Bukan berarti pula jauh dari baik, namun inilah yang sempurna menyempurnakan kita.

Ada yang beranggapan jika tak mencintainya akan menjadikan kita semakin rapuh dan tak pernah kenal arah. Maka mencintainaya dengan tergesah mungkin akan menjadi obat untuk semua belukar prasangka buruknya. Cintanya tak pernah menjadi rahma juga tak pernah menjadi indah di hadapan-Nya..

Wahai hati..

Istirahatlah sejenak. Jika kita patah maka berserahlah. Jika kita jatuh maka bangkitlah. Jika kita cela maka berbenahlah. Jika tak ada lagi yang mencinta kita maka husnudzon saja. Kita bukan budak cinta, kita hanya mengharap cinta-Nya melewati cinta hamba-Nya tanpa melampaui kecintaan kepada-Nya.

Wahai Cinta..

Berdiamlah.. Jangan kau usik keikhlasanku dengan keganjenan dan kegenitanmu di media sosial. Jikau kau tau didepan mereka kau begitu maka aku pun tak segan meminta Allah menggantinya dengan keikhlasanmu mencintaiku kelak untuk segala kekuranganku.

Cintaku.. Mungkin kita masih belum mengenal atau mungkin bisa jadi kita tak sanggup mengenal. Tapi jangan kau ubahnya ikhlasku mencintaimu kelak menjadi petaka celamu dulu. Kita sama tercelah, mengumbar nestapa yang kita anggap mutiara. Tak ubahnya hanya seonggok daging yang membawa cela kemana saja kita berlangkah.

Untuk Cinta yang tak tau siapa.

Siaplah kiranya menyambut cinta kita kelak. Jangan kau cederai kekurangan cinta kita dengan bungkusan bungkusan halus celamu terhadapku, aku pun juga tak akan. Mencintaimu akan sama jika kita rela bersama. Ikhlas bersama, mendamba ridho-Nya juga amanah-Nya.

Cintaku yang tak tau dimana..

Jemputlah aku sesuka hatimu, jika memang tak sekarang tak apa. Jika emmang sudah saatnya maka segeralah. Jika memang tampak malu dan takut maka memohonlah.

Cintaku yang tak tau siapa..

Kelak bimbing dan pimpin aku menjadi makmummu. Menjadi kebanggaanmu menjadi kebanggaan keluarga kecilmu. Karena ada orang yang hebat dibalik seseorang yang sudah sering anak kita banggakan.

Cintaku yang tak tau sedang apa..

Kelak jika jalan kita sama maka ajak aku mengarungi jalanan Indonesia dengan genggaman tanganmu. Kelak jika jalan kita tak sama maka tegur aku dengan santun suaramu. Jangan pukul aku ataupun memerahiku. Doakan aku akan mengerti sulitnya menjadi imam bagi makmum sepertiku yang punya banyak cela. Karna aku jga tau aku hanya makhluk yang berusaha menjadi sempurna juga berusaha menjadi kebanggaan keluarga kecil kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s