Prosa

Pilu

1366_768_421037845

Aku cinta kamu hingga membuatku sesak nafas. Aku lelah dengan hatiku. Aku lelah berusaha tegar didepannya.

Cintaku membuatku berpura-pura tegar. Karna aku juga tak pernah mau mengalah untuk menjadi tegar. Disini aku, orang yang selalu ingin kau peluk. Namun, tanganmu tak pernah sembuh dari luka itu, luka untuk terus menyakitiku. Semua yang aku berikan kau anggap percuma tak pernah benar-benar kau hargai.

Aku mulai sering berbisik pada ilalang. Terkadang menyuruhmu terbang, terkadang menyuruhmu memelukku erat. Semakin sering aku ingin kau peluk semakin sering pula aku berbisik untuk menyuruhmu menjauh, meski sekedar bayanganmu. Baiknya tak usah ku bisikkan lagi pada ilalang. Tapi seperti ilalang, kau sebentuk luka yang membuatku kerap rindu.

Hidupku berdiri menjelma bait-bait prosa untukmu. Banyak kutulis untukmu juga tetangmu. Agar kau tau betapa piciknya kau memaksakuuntuk tetap memahamimu. Aku memang sudah mulai sedikit egois. Agaknya kau tak pernah tau tulisan itu. Tulisan tentang ridnuku yang memihakmu. Namun, tak pernah kau tau.

Ya… kita memang cinta kita memang satu. Kita tak pernah sama bahkan kita tak pernah akur. Ceitakan semuanya tentang cinta kita yang tak pernah sama, tak pernah serupa. Jika kau sebentuk suara maka aku sebentuk rupa. Jika rupa tak sesuai apa yang dipandang mata, maka suara akan mencela.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s